Halitu disampaikan Roy Suryo dalam akun Twitter pribadinya pada Senin 13 Juni 2022. "Ha ha ha Makin tampak KW-nya ini Rara, kalau Pawang Hujan ASLI tdk akan bicara Pilihan Politik & Subyektivitas spt dia, jadi jelas banget Siapa dibelakangnya, sekolam2 juga," ujar Roy Suryo dikutip dari Twitternya, Senin (13/6/2022). SRNSURABAYA - Kehadiran pawang hujan bernama Rara Istiani Wulandari di arena MotoGP di Mandalika beberapa waktu lalu menjadi sensasi viral di dunia maya, baik di Indonesia maupun luar negeri. Komentar positif dan negatif pun bertebaran dari berbagai pengguna sosial media. Eksistensi pawang hujan GusMiftah ikut Berkomentar Soal Pawang Hujan, Netizen: Kearifan Lokal Budaya Indonesia. Andi Ahmad S Senin, 21 Maret 2022 "Yang malu sebenarnya dalam alam bawah sadarnya masih melihat apa-apa yang ala Barat." Mengajak kawannya yang beragam Kristen takbiran. July, 10 2022. Author: Asyalma Syabaniah. Tak Hanya di Indonesia Saja, 7 Negara ini Juga Punya Tradisi Pawang Hujan. Profesi pawang hujan kini tengah menjadi perbincangan hangat di engah masyarakat, lantaran aksi Rara Istiani Wulandari yang merupakan pawang hujan saat ajang MotoGP 2022 di sirkuit Mandalika itu sempat viral. Contohlain, Pendeta Gilbert Lumoindong memberikan pemahaman bahwa dalam pandangan Kristen, pawang hujan adalah roh kegelapan, roh setan. Narasi-narasi segelintir tokoh agama telah memberikan citra Sangpawang hujan, Rara, juga tak luput dari perhatian publik. Media asing menyebut pawang hujan MotoGP Mandalika tersebut berhasil dalam membantu meredakan hujan di Pertamina Mandalika KUASAPAWANG HUJAN VS KUASA TUHAN (Imamat 20:6) Ev. Ronny Budiman. Siapa tidak kenal Mbak Rara? Pawang hujan yang mempertontonkan ritualnya saat balapan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia kemarin. Aksi Rara yang berjalan tanpa alas kaki sambil membawa singing bowl (atau 'remote AC langit'?) pun disorot berbagai media internasional. BERBUAH"Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." Yohanes 15:8 Hari ini banyak orang yang memilih beragama Kristen, namun kenyataannya belum [] By: GKKA Makassar Editor | Ministries, Renungan. RjzU. – Pawang hujan kini banyak diberbincangkan oleh khalayak luas sejak beraksi dalam MotoGP Indonesia 2022 pada Minggu 20/3/2022 kemarin. Ketika hujan turun di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat NTB, tempat diselenggarakannya MotoGP Indonesia 2022, pawang hujan bernama Rara Isti Wulandari melakukan ritual khusus agar hujan segera itu pun menjadi sorotan dan membuat orang banyak penasaran menganai ritual pawang hujan, yang disebut-sebut bisa memanipulasi hujan di acara MotoGP Indonesia 2022. Baca juga 6 Fakta Menarik Pawang Hujan MotoGP Indonesia, Sesaji Bisa Dimakan Secara logika memang sepertinya mustahil. Namun di Indonesia, pawang hujan sudah ada sejak dulu dan banyak dipakai saat seseorang akan menggelar acara, mulai dari event kecil hingga besar. Carik Tepas Museum Keraton Yogyakarta, Amieroel Noorsoendari mengatakan bahwa pawang hujan sudah ada sejak zaman dulu. Di Keraton Yogyakarta, pawang hujan itu selalu digunakan dalam acara di keraton. Selain di Keraton Yogyakarta, Amiroel juga mengungkapkan bagi masyarakat biasa di Kota Budaya ini, pawang hujan juga banyak dipakai, khususnya di momen pernikahan. National Geographic Ilustrasi pawang hujan. Mereka kebanyakan meminta agar saat acara pernikahan hujan bisa dialihkan sejenak hingga acara usai. "Pawang hujan biasanya panen dapat keuntungan banyak waktu musim pernikahan," kata Amieroel kepada Minggu 20/3/2022. Baca juga 5 Air Terjun Yogyakarta yang Hanya Ada Saat Musim Hujan Jadi, profesi pawang hujan sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat yang akan menggelar acara. Tidak selalu berhasil kendalikan hujan Menurutnya, meski disebut pawang hujan, mereka juga bisa gagal memindahkan hujan saat acara diadakan. – Wanita asal Bali, bernama Rara Istiati Wulandari belakangan ini viral di dunia maya, menyusul aksi uniknya sebagai “pawang hujan”rain shamans di arena balapan Mandalika MotoGP 2022 atau Pertamina Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada awal Maret 2022 baru-baru ini. Viral, lantaran aksi Rara menahan atau mengendalikan hujan itu disiarkan secara langsung oleh media televisi internasional. Bagi sebagian besar orang yang bukan orang Indonesia, terkhusus warga negara tempat di mana para pembalap internasional peserta Mandalika MotoGP berasal, aksi Rara dipandang amat unik, sebab memadukan aspek bernuansa mistis-klenik dan trik-trik aksi bergaya moderen. Lihat saja tampilan dandanan Rara saat melakukan aksinya di arena balapan Mandalika. Pernak-pernik tradisional penopang aksinya sebagai pawang hujan dikombinasi secara stylish dengan busana bernuansa kekinian. Ada pula “topi proyek” atau helm pengaman di kepalanya. Dalam video wawancara yang beredar, termasuk melalui aplikasi TikTok, sekilas Rara menjelaskan perihal keterlibatan dewa-dewa yang dimintakannya untuk datang membantu dirinya mengendalikan hujan. Tentu saja Rara menjelaskan dalam perspektif imannya secara subjektif. Dalam konteks toleransi, kita tentu mesti menghormati perspektif iman Rara, yang berdoa kepada Sang Pencipta alam semesta dengan caranya sendiri. Pasca aksi Rara di area sirkuit balapan Mandalika, jagad maya heboh dan amat ramai memperbincangkannya. Ada cukup banyak nitizen yang memuji aksi Rara sebagai kearifan lokal Nusantara, tetapi ada banyak pula pihak yang mengecam aksi Rara itu beraroma klenik dan mistis, dan karena itu musyrik adanya. Ada nitizen yang sinis; negara-negara maju di dunia sudah mengandalkan keunggulan teknologi canggih pengendali cuaca bahkan curah hujan, Indonesia malah masih sibuk berbangga-bangga dengan urusan klenik-mistis-magis. Bahkan, sebagaimana rekaman video yang beredar di kanal medsos, Pdt. Gilbert Lumoindong sebagai hamba Tuhan yang terkenal di aras gereja nasional turut angkat bicara. Dalam nada dan pesan yang tegas Pendeta Gilbert “mengingatkan” para petinggi negeri ini untuk tidak bermain-main dengan mantra-mantra magis dan segala sesuatu yang bersifat klenik. Sebab, seturut Alkitab, hal-hal yang bersifat klenik amatlah dekat dengan pengaruh kuasa iblis. Pendeta Gilbert mengingatkan bahwa iblis tidak pernah bekerja secara gratis. Iblis selalu meminta tumbal, dan tumbal itu berupa tumbal darah. Pro-kontra aksi Rara si pawang hujan sudah terlanjur mencuat di ranah massa. Namun, uniknya, ada juga para pihak yang menganggap aksi pawang hujan yang diperankan Rara bukanlah soal klenik atau semacamnya, tetapi merupakan bagian dari realitas kearifan lokal’ di Nusantara. Di lain pihak, ada pula pengamat atau pemerhati marketing yang menyoroti bahwa aksi Rara di arena Mandalika MotoGP adalah semata-mata strategi marketing demi menaikkan rating pamor event balapan internasional Mandalika MotoGP. Bahwa ini adalah strategi marketing belaka. Indikatornya, hal-hal klenik-mistis-magis lazimnya dilakukan orang secara tersembunyi atau berlangsung di area yang bersifat tertutup. Tetapi, lihatlah aksi Rara si pawang hujan; tampilan aksinya bahkan disiarkan langsung televisi, bersifat liputan “on the spot” dan atau “live streaming.” Hal klenik-mistis-magis didemonstrasikan atau didramatisir secara vulgar menggunakan sorotan tajam mata media massa. Aneh tapi nyata, bukan? Konon, dengan dipanggungkan aksi Rara secara mencolok, maka nitizen di mancanegara pun menjadi kian penasaran akan apa hal-hal unik yang ada di Indonesia. Alhasil, bilik “searching” pada seluruh platform internet pun makin padat dan ramai menelusuri Indonesia, termasuk tentunya mengenai Mandalika, bahkan mungkin peristiwa klenik-mistis-magis lainnya di Nusantara. Tulisan ini, tidak berpretensi untuk menyalahkan, apalagi menghakimi aksi Rara, si wanita pawang hujan, sebab yang bersangkutan secara privat memiliki keyakinan iman sendiri dari konteks agama yang dipeluknya sebagai pribadi. Tulisan ini ditujukan secara terbatas kepada umat Kristiani, agar umat Kristiani boleh mengambil “hikmat iman” dari tiap-tiap peristiwa kehidupan, bahwa hanya kepada Allah Tuhan kitalah, kita mesti bermohon dan meminta belas kasihNya. Rara si pawang hujan. Kuasa Doa Orang Benar Baiklah kita tinggalkan urusan Rara si pawang hujan itu. Mari simak isi Firman Tuhan yang bersentuhan dengan urusan kuasa mengendalikan hujan seperti yang tertulis dalam Kitab Perjanjian Baru tepatnya surat Yakobus. “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya” Yakobus 516-18. Pesan penting apakah yang kita dapatkan dari amanat surat Yakobus tersebut? Ternyata untuk mengendalikan hujan, maka diperlukan kuasa doa. Lebih-lebih kuasa doa dari orang-orang benar. Ya, kita hanya perlu berdoa dan dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, yang berlandaskan pada iman percaya. Dalam doa berbasis iman percaya yang kokoh, kita tidak memerlukan macam-macam “peralatan atau aksi panggung” untuk menarik perhatian Tuhan. Sebab sesungguhnya Tuhan tidak melihat rupa kita melainkan hati kita. Masih ada cukup banyak nats Alkitab atau perikop Kitab Suci yang melarang manusia untuk mengutamakan “kekuatan lain” di luar kekuasaan Tuhan. Sebab mengandalkan kuasa-kuasa lain di luar Tuhan, itu sama halnya dengan menyembah berhala. Di dalam penyembahan berhala manusia berpotensi untuk binasa secara ragawi, lebih-lebih binasa secara imaniah. Viktus Murin Seturut riwayat maknanya, penyembahan berhala semula hanya mencakup ritus-ritus sakral yang dilakukan manusia untuk memuja “kekuatan lain” di luar Tuhan, namun dalam perkembangan mutakhirnya, berhala pun mengalami makna yang meluas, yakni pemujaan berlebihan terhadap rupa-rupa simbol material dunia seperti harta benda, kekayaan, kekiasaan, jabatan, kedudukan, gengsi sosial, atau kesombongan. Berhala bahkan menyisir pula hingga ke pemujaan diri secara berlebihan narsisme. Fenomena narsisme nyata terlihat dalam dunia medsos atau media sosial, dan fenomena narsisme ini bolehlah dikategorikan sebagai berhala diri. Bagi pemeluk iman Kristen umat Kristen Katolik dan Kristen Protestan dari berbagai gereja denominasi gereja, tidaklah dibenarkan untuk melakukan ritual mantra-mantra yang beraroma kuasa-kuasa kegelapan dan atau yang bersifat klenik-mistis-magis serupa sihir, tenung, guna-guna, dan hal-hal lain yang sejenis. Hal ini sungguh merupakan tindakan yang bertentangan dan bahkan melawan ketetapan Allah Sang Pencipta, penguasa langit dan bumi. Simaklah nats Alkitab berikut ini secara seksama! “Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati. Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu” Ulangan 1810-12. Bila disimak dengan seksama isi Alkitab, maka ada cukup banyak nats di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang menuntun orang-orang percaya untuk hanya berbakti kepada Allah, tidak kepada ilah-ilah lain dan atau kuasa-kuasa kegelapan. Maka, berbaktilah dan menyembahlah hanya kepada Allah. Kalau demikian, maka para pengikut Yesus Kristus Tuhan tidak boleh “bermain mata” dengan kuasa-kuasa kegelapan. Bersekutu dengan kuasa gelap, itu sama saja dengan tindakan menduakan Tuhan. Baiklah kita simak lagi sabda Yesus Kristus Tuhan, seperti yang tertulis dalam Injil Matius 624, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” * Penulis adalah salah satu dari “21 Tokoh Kristiani 2018 Pilihan Majalah NARWASTU”, dan bergabung dalam misi pelayanan NARWASTU sejak akhir 2019. home pawang hujan menurut islam Tausyiah Senin, 21 Maret 2022 - 1621 WIB Aksi pawang Hujan saat gelaran MotoGP Mandalika 2022 menjadi topik yang ramai diperbincangkan. Bagaimana sebenarnya pandangan Islam terhadap aksi pawang hujan ini? Tausyiah Sabtu, 13 Mei 2023 - 2324 WIB Gratifikasi dalam Islam sudah ada sejak dulu dan bertahan hingga sekarang. Hal ini tidak terlepas dari dasar maknanya yang berarti memberikan sesuatu kepada orang lain. Tausyiah Kamis, 10 Juni 2021 - 2310 WIB Di era internet sekarang, istilah Prank sudah dianggap trend bagi kalangan anak muda. Bagaimana pandangan Islam terhadap Prank? Berikut ulasannya. Dunia Islam Kamis, 19 Januari 2023 - 1833 WIB Umat Islam selalu yang menginginkan modernisasi dan westernisasi akan tetapi perluasan yang mereka kehendaki itu bermacam-macam, dan acapkali berhenturan dengan umat Islam yang lain. Tips Selasa, 22 November 2022 - 1536 WIB Aktivitas donor organ tubuh banyak dilakukan masyarakat dengan sejumlah alasan tertentu. Berikut hukum donor organ tubuh dalam pandangan Islam. Dunia Islam Selasa, 06 Juli 2021 - 1457 WIB Banyak catatan tentang sejarah masuknya Islam ke Indonesia, bahkan catatan Islam masuk ke Indonesia terdiri dari berbagai teori yang masing-masing teori juga menyimpulkan bukti serta pendapatnya. Muslimah Kamis, 25 November 2021 - 1532 WIB Rasa cemburu akan muncul karena adanya rasa cinta. Semakin kuat rasa cinta seorang istri kepada suaminya maka semakin kuat pula rasa cemburu dalam hatinya. Tips Selasa, 30 Agustus 2022 - 2215 WIB Gadai biasanya dilakukan bagi orang yang meninggalkan jaminan berupa barang untuk utang. Berikut hukum gadai dalam pandangan syariat Islam. Dunia Islam Minggu, 07 Mei 2023 - 1536 WIB Lonely Planet telah menerbitkan panduan bagi wisatawan yang ingin ke Inggris. Panduan ini menampilkan seluruh bab tentang warisan Islam yang kurang dikenal di negara itu, yang terbentang lebih dari tahun. Dunia Islam Kamis, 21 Juli 2022 - 1847 WIB Beberapa waktu yang lalu publik ramai membicarakan tentang Pengadilan Negeri PN Surabaya yang mengesahkan atau mengizinkan pernikahan beda agama. Tips Kamis, 14 Oktober 2021 - 1708 WIB Ada sementara pihak mengaku menguasai ilmu memanggil roh orang mati. Konon mereka bisa mengajak arwah itu berkomunikasi. Lalu, bagaimana Islam memandang masalah ini? Tausyiah Jum'at, 23 Oktober 2020 - 0500 WIB Islam tidak mengharamkan sistem perbudakan. Namun, dalam memecahkan persoalan yang terkait dengan ini, Islam menggunakan metode tidak secara revolusioner melainkan secara bertahap. Dunia Islam Jum'at, 18 Juni 2021 - 1427 WIB Membangun negara tanpa pajak dan utang, mungkinkah? Berikut pandangan Islam terhadap penerapan pajak dalam negara dan cara mengelolanya. Tausyiah Rabu, 16 November 2022 - 1449 WIB Cara pembagian warisan menurut Islam sudah diatur dengan sangat sempurna dan detil. Pembagian warisan diatur dalam syariat Islam untuk menghindari kezaliman dan ketidakadilan. Dan khusus tentang warisan, hampir seluruhnya telah di jelaskan dan dirinci bagian perbagiannya dalam Al-Quran. Tausyiah Sabtu, 10 Oktober 2020 - 1656 WIB Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kebersihan baik zahir dan batin. Kebersihan merupakan sebagian dari keimanan sebagaimana dalam hadis Nabi. Tausyiah Senin, 26 September 2022 - 1613 WIB Banyak pernikahan beda agama di Indonesia dilakukan secara diam-diam atau terang-terangan, bahkan dicatatkan dalam dalam data kependudukan sebagai pasangan terdaftar. Tausyiah Rabu, 16 November 2022 - 0909 WIB Tidak sembarang orang bisa melakukan ijtihad. Prof Kiai Haji Ibrahim Hosen menyebut setidaknya ada 10 syarat seseorang bisa menjadi mujtahid orang melakukan ijtihad. Muslimah Selasa, 09 November 2021 - 0650 WIB Ketika memilih perempuan untuk dinikahi, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyebut ada empat hal syarat yang dapat mewujudkannya. Yakni hartanya, garis keturunannya, kecantikannya dan agamanya Tips Kamis, 01 Desember 2022 - 1259 WIB Dalam Islam, arti tentang bermimpin atau mimpi hamil, tidak ada penjelasan spesifiknya, begitu juga dengan dalil yang membahasnya. Akan tetapi, mimpi tersebut bisa ditafsirkan banyak arti dan pendapat, tergantung siap yang bermimpi. Dunia Islam Selasa, 27 Desember 2022 - 1417 WIB Secara politis, pemerintah-pemerintah Muslim menyadari keterbatasan mereka dan kemajuan banyak kerajaan dan kebudayaan yang ditaklukkan oleh tentara-tentara mereka.