A Teori Evolusi. Evolusi pada dasarnya berarti proses perubahan dalam jangka waktu tertentu.Dalam konteks biologi moderm, evolusi berarti perubahan frekuensi gen dalam suatu populasi. Akumulasi perubahan gen ini menyebabkan terjadinya perubahan pada mahluk hidup. Evolusi menjelaskan sejarah mahluk hidup seperti : manusia, hewan, tumbuhan B Teori Evolusi Menurut Ilmu Pengetahuan Barat Teori evolusi telah memberikan arti bahwa dunia ini tidak statis tetapi akan selalu berubah. Demikian pula dengan spesies kita yang merupakan produk dari proses evolusi, akhirnya menjadi sesuatu yang diyakini. [1] Teori evolusi itu sendiri adalah perpaduan antara ide (gagasan) dan fakta. bentukkehidupan pertama siap terbentuk dan evolusi biologis dimulai. Bentuk kehidupan pertama ialah Prokaryot yang bersel tunggal dengan inti Mikro-evolusi : Perubahan genetik pada suatu populasi organisme tertentu dalam perjalanan waktu. Makro-evolusi : Perubahan dalam skala yang lebih luas, mencakup seluruh populasi kehidupan (gambar 11. TeoriEvolusi adalah sebuah teori dalam biologi (dan juga sering digunakan dalam ilmu sejarah) yang menjelaskan proses perkembangan keanekaragaman hayati (makhluk hidup) di bumi. Teori ini dikemukakan oleh tokoh biologi dan naturalis Inggris terkenal bernama Charles Darwin (12 Februari 1809 - 19 April 1882) beserta rekan sejawatnya bernama Teorievolusi menurut Charles Darwin. Charles Darwin adalah seorang naturalis berkebangsaan Inggris. Ia menyatakan bahwa evolusi berlangsung karena adanya proses seleksi alam (natural selection). Yang dimaksud seleksi alam adalah: proses pemilihan yang dilakukan oleh alam terhadap variasi makhluk hidup di dalamnya. A Teori Sel Dalam biologi, teori sel adalah teori ilmiah yang pertama kali dirumuskan pada pertengahan abad kesembilan belas, bahwa organisme hidup terdiri dari sel, bahwa sel adalah unit struktural/organisasi dasar dari semua organisme, dan bahwa semua sel berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya. Konseputama teori Darwin mengenai evolusi adalah tentang seleksi alamyang dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi. Tahap perkembangan teori Evolusi dibedakan menjadi tiga besar : (1) Masa Pra-Darwin, (2) Masa Darwin, dan (3) Masa Pasca-Darwin. vMasa Pra Darwin. Dalamteori evolusi, organisme uniselular adalah yang pertama kali menjadi dasar perintis pada pohon filogenetik makhluk hidup. ada hipotesis yang menyatakan bahwa ada kemungkinan kuat mitokondria dan plastid yang ada dalam sel organisme uniseluler modern dan organisme multiseluler kompleks, berasal dari prokariot purba yang masuk kedalam PSktt5o. Menurut Teori Evolusi Biologi Organisme Pertama Yang Terbentuk Adalah Organisme. nama ahli yang dimaksud adalah …. ilmuwan belanda melakukan percobaan untuk membuktikan bahwa agen penyebab penyakit pada tanaman tembakau dapat berkembang biak. nama ahli yang dimaksud adalah …. ilmuwan belanda melakukan percobaan untuk membuktikan bahwa agen penyebab penyakit pada tanaman tembakau dapat berkembang biak. tanaman yang sehat menjadi sakit. nama ahli yang dimaksud adalah …. . Tahapan-tahapan pada evolusi biologi meli... Urutan tahapan dari evolusi biologi adalah 1, 4, 3, 2. Evolusi biologi bermula dari teori evolusi kimia yang menyatakan bahwa asam amino terbentuk dari reaksi kimia zat-zat anorganik di atmosfer yang kemudian jatuh ke bumi. Dengan bantuan radiasi ultraviolet sinar matahari, maka dapat terbentuk senyawa yang penting dalam kehidupan seperti protein dan DNA serta RNA. Selanjutnya berbagai senyawa akan membentuk organisme prokariotik heterotrof. Lambat laun organisme prokariotik akan berevolusi menjadi organisme eukariotik dan organisme heterotrof akan berevolusi menjadi organisme autotrof karena semakin berkurangnya nutrisi yang tersedia di bumi. Gagasan Charles Darwin soal asal-usul kehidupan 150 tahun kemudian surat yang ditulis pada 1871, bagaikan ramalan Gagasan bahwa populasi hewan berubah seiring waktu, sehingga misalnya jerapah saat ini memiliki leher yang lebih panjang daripada nenek moyang jauh mereka, banyak dibahas pada tahun 1800-an. Pada tahun 1953, seorang mahasiswa muda Amerika bernama Stanley Miller menunjukkan bahwa asam amino, bahan penyusun protein, dapat terbentuk dalam suatu peralatan sederhana yang meniru kondisi atmosfer dan samudra di Bumi purba. Tetapi garis besar pokok teori itu masih dipertimbangkan hingga hari ini, dan banyak peneliti yakin bahwa itulah penjelasan terbaik yang kita punya tentang asal mula kehidupan. "Ia perlahan-lahan bergerak menuju skenario lengkap untuk sintetis asam nukleat yang panjang dan kompleks," kata Kate Adamala dari University of Minnesota di Minneapolis. Mereka menaruh bahan kimia berbasis karbon sederhana dalam air panas di atas permukaan mineral dan berulang kali memaparkannya pada siklus basah-kering. Demikian pula, David Deamer dari University of California, Santa Cruz telah menunjukkan bahwa siklus basah-kering dapat mendorong pembentukan "protosel" sederhana, di mana molekul biologis seperti RNA menjadi diselimuti cangkang lipid. Ini Teori Evolusi Biologi yang Mudah Dipahami! Teori evolusi biologis mengemukakan bahwa hewan, tumbuhan, dan juga manusia merupakan hasil perkembanagn evolusi dari makhluk-makhluk hidup yang berbentuk lebih sederhana, bermula dari adanya satu atau beberapa bentuk makhluk hidup sangat sederhana pda awal kehidupan di bumi yang secara perlahan-lahan berkembang menjadi berbagai spesies organisme Widodo, 1993. Kebenaran evolusi yang diperoleh dari penarikan kesimpulan secara induktif ini diterapkan berlaku umum terhadap semua organisme. Sementara itu, hanyutan genetik Bahasa Inggris Genetic Drift merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Saat ini teori evolusi biologi tidak lagi identik dengan prototype darwinisme dan neo-darwinisme karena adanya tambahan beberapa petunjuk. Selain itu terdapat pula bukti-bukti tidak langsung atau penjelasan yang berasal dari beberapa cabang biologi seperti genetika, sistematika, morfologi perbandingan, palaeontologi, embriologi, ekologi, dan sebagainya. Menurut Urey, terbentuknya makhluk hidup dari berbagai molekul zat di atmosfer tersebut didukung kondisi sebagai berikut . Terdapat penjelasan yang berasal dari beberapa cabang biologi seperti genetika, sistematika, morfologi perbandingan, palaeontologi, embriologi, ekologi, dan sebagainya. 4 Teori Evolusi, Bukan Hanya dari Charles Darwin Namun, ada beberapa teori evolusi lain yang dirumuskan, baik sebelum maupun setelah Darwin. Evolusi merupakan salah satu teori dalam ilmu biologi yang menyatakan bahwa berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lainnya di bumi berasal dari jenis lain yang sudah ada sebelumnya, dilansir dari Ensiklopedia Britannica. Biologi evolusioner diketahui berakar dari pemikiran evolusi dan transmutasi spesies yang digagas oleh filsuf Yunani, Anaximander. Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa cacat pada anggota tubuh merupakan kutukan, bukan perubahan makhluk hidup akibat seleksi alam maupun mutasi genetik. Meskipun teorinya tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, Lamarck memberikan kontribusi penting dalam tahapan evolusi biologis dan mendorong penelitian selanjutnya yang tak terhitung jumlahnya. Ia menyimpulkan bahwa beragam organisme memiliki nenek moyang yang sama dan makhluk hidup telah berubah secara drastis sepanjang sejarah bumi. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Pemikiran-pemikiran evolusi seperti nenek moyang bersama dan transmutasi spesies telah ada paling tidak sejak abad ke-6 SM ketika hal ini dijelaskan secara rinci oleh seorang filsuf Yunani, Anaximander. [20] Pada akhir tahun 1859, publikasi Darwin, On the Origin of Species, menjelaskan seleksi alam secara mendetail dan memberikan bukti yang mendorong penerimaan luas evolusi dalam komunitas ilmiah. Misalnya, variasi dalam jumlah besar di antara individu mengizinkan suatu spesies secara cepat beradaptasi terhadap habitat yang baru, mengurangi kemungkinan terjadinya kepunahan. Terdapat sebuah miskonsepsi bahwa evolusi bersifat "progresif", namun seleksi alam tidaklah memiliki tujuan jangka panjang dan tidak perlulah menghasilkan kompleksitas yang lebih besar. Sejarah kehidupan masih berupa eukariota, prokariota, dan arkaea bersel tunggal sampai sekitar 610 miliar tahun yang lalu, ketika organisme multisel mulai muncul di samudra pada periode Ediakara. Segera sesudah kemunculan organisme multisel, sejumlah besar keanekaragaman biologis muncul dalam jangka waktu lebih dari sekitar 10 juta tahun pada perstiwa yang dikenal sebagai ledakan Kambria. [187] Manakala bidang-bidang sains lainnya seperti kosmologi[188] dan ilmu bumi[189] juga bertentangan dengan interpretasi literal banyak teks keagamaan, biologi evolusioner mendapatkan oposisi yang lebih signifikan. Louise Pasteur berhasil menumbangkan teori abiogenesis dan mengukuhkan teori biogenesis. Tetapi ia belum berhasil menjelaskan kapan dan darimana sel yang pertamakali terbentuk. Para ahli seperti Alexander Ivanovich Oparin dari Rusia, Harold Urey dan Stanley Miller dari Amerika yang pertamakali mengajukan hipotesa tentang terbentuknya sel hidup yang pertama berdasarkan konsep biologi modern, terutama biokimia. Kondisi awal mula kehidupan Big Bang ! Mengenai teori terbentuknya bumi dan planet-planet lain ada dua teori yang terkenal yaitu teori kabut asal nebula dan teori dentuman besar big bang.Teori nebula menyatakan bahwa bermilyar tahun yang lalu bintang-bintang di angkasa yang tidak stabil meledak. Debu dan gas hasil ledakan ini lalu membentuk kabut yang disebut kabut asal nebula. Kabut asal kemudian memadat lalu meledak, menghasilkan bintang dan planet baru termasuk bumi. Bumi pada mulanya diperkirakan berupa gumpalan gas dan debu yang tersusun dari berbagai unsur seperti oksigen, nitrogen, karbon, silikon, besi, nikel, dan aluminium. Unsur-unsur tersebut kemudian mencair. Unsur yang lebih berat mengendap dan yang ringan akan membentuk atmosfir. Kondisi saat itu diperkirakan amat panas dengan suhu 40000 C – 80000 C. Ketika mulai mendingin, karbon dan beberapa logam mengembun dan membentuk inti bumi, sedangkan permukaannya mungkin gersang, tandus, dan tidak datar. Oleh kegiatan vulkanik permukaan bumi yang masih lunak itu bergerak dan berkerut terus menerus, dan ketika mendingin kulit bumi tampak berlipat dan pecah. Keadaan atmosfer juga berbeda dengan keadaan atmosfer sekarang. Gas ringan seperti hidrogen, helium, nitrogen, oksigen, dan argon lepas meninggalkan bumi karena medan gravitasi bumi yang sebagian mengembun itu tidak dapat menahan gas tersebut. Namun senyawa sederhana yang mengandung unsur tersebut di atas ditahan, seperti air dalam bentuk uap, amonia, hidrogen, dan metana. Ketika suhu turun di bawah 1000 C berlangsunglah proses pendinginan, air di atmosfer mengembun dan hujan turun, akhirnya terbentuklah sungai yang mengandung mineral yang larut dari lapisan bumi menuju ke laut. Evolusi Kimia Alexander Ivanovich Oparin Hipotesis Oparin Dalam kondisi awal bumi seperti di atas Alexander Ivanovich Oparin mengajukan hipotesis, bahwa pada atmosfer purba bumi waktu itu terdapat senyawa air H2O, hidrogen H2, amonia NH3, dan metana CH4. Dengan bantuan energi yang ada pada saat itu misalnya energi panas bumi, sinar matahari, sinar ultra violet, sinar kosmis, maupun loncatan petir, menyebabkan bahan-bahan tersebut terurai dan terbentuklah molekul-molekul organik. Molekul organik yang terbentuk terkumpul pada permukaan perairan baik laut, danau, sungai, maupun kolam. Kumpulan bahan organik yang terdapat di perairan tersebut dinamakan sup purba atau sup primordial. Di sinilah diperkirakan tempat kehidupan pertamakali muncul. Meskipun telah mengajukan hipotesis, tetapi Oparin tetap berpendapat sangat sulit mempertimbangkan mekanisme transformasi molekul organik sebagai benda tak hidup ke benda hidup. Percobaan yang dilakukan Herrera untuk membuktikan hipotesis Oparin, menghasilkan asam amino dan suatu pigmen. Tetapi seperti halnya Oparin, dia gagal mengkorelasikan pendapatnya dengan masalah asal mula terjadinya kehidupan. Mirip dengan hipotesis yang diajukan Oparin, seorang ahli kimia Amerika, Harold Clayton Urey, menyatakan bahwa pada suat saat atmosfer bumi kaya akan molekul metana, hidrogen, uap air, dan amonia. Karena pengaruh radiasi sinar kosmis dan aliran listrik halilintar terjadilah reaksi yang menghasilkan zat hidup. Menurut Urey zat hidup pertama tersebut selama berjuta-juta tahun mengalami perkembangan menjadi berbagai jenis makhluk hidup seperti sekarang ini. Harold Urey Stanley Miller, mahasiswa Urey di Chicago University, merancang alat yang digunakan untuk membuktikan hipotesis Urey. Ke dalam alat yang diciptakannya Miller memasukkan gas hidrogen, metana, amonia, dan air, kemudian dipanaskan selama seminggu sehingga gas-gas tersebut dapat bercampur di dalamnya. Sebagai pengganti energi listrik halilintar, ia mengaliri perangkat tersebut dengan loncatan listrik tegangan tinggi. Berberapa waktu kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap air yang tertampung, ternyata terdapat senyawa organik sederhana seperti asam amino, adenin, dan gula sederhana seperti ribosa. Stanley Miller EksperimenMiller Eksperimen Miller tersebut banyak dikaji ulang oleh para ahli lain dan ternyata memberikan hasil yang lebih mantap. Bila ke dalam perangkat tersebut dimasukkan senyawa fosfat, ternyata dapat dibentuk ATP. Lembaga penelitian lain menyatakan dalam percobaannya dapat dihasilkan nukleotida yang merupakan penyusun utama DNA dan RNA yang berfungsi mengendalikan aktivitas sel dan penurunan sifat. Evolusi Biologi Miller telah membuktikan bahwa interaksi antar metana, amonia, air, dan hidrogen, ternyata membentuk asam amino yang merupakan substansi dasar sel hidup. Dengan demikian teori evolusi kimia telah berhasil dibuktikan secara eksperimental. Akan tetapi sampai sekarang belum diketahui bagaimana proses munculnya sel hidup yang pertama. Namun demikian para ahli sepakat menyusun skenario sebagai berikut Bahan organik yang terdapat di perairan sup purba akan saling berinteraksi membentuk makromolekul. Ini dibuktikan oleh Sydney W. Fox dengan mencampur berbagai asam amino dan juga berbagai monomer atau subunit seperti glukosa dan kemudian memanaskannya. Ternyata makromolekul-makromolekul memang dapat terbentuk. Makromolekul yang telah terbentuk cenderung membentuk agregat atau koaservat. Koaservat berbentuk bulatan atau tetesan kecil di dalam air dan dibatasi dari medium luarnya oleh lapisan membran tipis. Fox dalam percobaannya juga menunjukkan bahwa molekul protein yang terbentuk dengan pemanasan juga membentuk koaservat. Koaservat-koaservat memiliki membran yang memisahkannya dari medium di sekelilingnya. Bahkan Fox juga menunjukkan bila koaservat tersebut dimasukkan de dalam larutan yang hipertonik, mereka akan menyusut. Ini menunjukkan bahwa koaservat mempunyai sifat dapat melakukan osmosis seperti halnya sel hidup. Tahapan dalam evolusi kehidupan menurut hipotesis Oparin 1. Bumi primitif. Atmosfir mengandung hidrogen, air, metana dan amonia. 2. Sintesis dari campuran organik sederhana alkohol, gliserin, asam organik, purin, dan pirimidin. 3. Sintesis dari makromeolekul karbohidrat, lemak, protein, enzim, nukleotida, dan asam nukleat. 4 Gabungan dari berbagai makromolekul membentuk partikel-partikel besar dan kompleks. 5. Membran membungkus organisme-organisme heterotrof primitif yang melakukan fermentasi. 6. Permulaan duplikasi dan reproduksi molekular. 7. Fotosintesis dan respirasi Koaservat satu dengan yang lain lalu berinteraksi membentuk koaservat yang lebih besar. Ini memungkinkan terbentuknya berbagai campuran molekul-molekul berbeda di dalam satu koaservat. Terbentuknya membran primitif akan disusul oleh terbentuknya membran yang sesungguhnya. Membran tersebut akan melindungi makromolekul-makromolekul yang ada di dalamnya. Disamping itu juga mendekatkan antar molekul tersebut agar dapat lebih mudah berasosiasi atau meningkatkan kesempatan mereka melakukan reaksi-reaksi kimia. Koaservat dengan membran akan berkembang menjadi lebih kompleks bila di dalam reaksi kimia selanjutnya dapat membentuk asam nukleat yang dapat memegang peranan penting dalam pengendalian aktivitas koaservat, termasuk kegiatan pembentukan keturunan yang harus memiliki struktur dan komposisi molekul-molekul yang sama dengan koaservat induknya. Fase inilah yang dianggap sebagai tahap sel hidup pertama sel primitif. Transformasi bahan organik hasil evolusi kimia menjadi sel hidup yang pertama, berlangsung melalui evolusi biologi, dan berlangsung sampai sekarang hingga tercipta seluruh makhluk hidup yang ada saat ini. Sudah Dibaca 11,251 Organisme adalah individu yang menampakkan ciri-ciri kehidupan. Mulai dari bakteri, eukariota, tumbuhan, hingga manusia semuanya dianggap sebagai organisme atau makhluk hidup. Bumi pada zaman purba telah memiliki kehidupan yang bermula dari organisme awal tersebut telah berkembang, berevolusi, dan berperan penting dalam kemunculan kehidupan biologis berikutnya. Ada beberapa organisme awal yang berperan penting dalam kehidupan di Bumi hingga saat lima organisme tertua di Bumi yang telah membentuk awal mula kehidupan. Apa saja, ya? Yuk, dibaca hingga Eukariota pertama muncul pada 1 hingga 1,5 miliar tahun penelitian dan studi ilmiah yang pernah dicatat dalam Max Planck Institute mengungkap bahwa keberadaan eukariota telah ada sejak 1,5 miliar tahun silam. Beberapa ilmuwan dari institut ini telah melakukan penelitian dengan metode terbaru yang akhirnya dapat menyimpulkan bahwa kehidupan eukariota lebih muda dibandingkan perkiraan sendiri merupakan organisme bersel yang sudah memiliki nukleus dan beberapa organel bermembran lainnya. Organisme ini sudah dianggap kompleks karena dapat berkembang dan berevolusi sehingga menciptakan babak baru dalam kehidupan biologis satu yang termasuk dalam famili eukariota adalah amuba. Sedangkan bakteri masuk dalam kelompok prokariota. Sampai dengan saat ini, menurut sains biomolekuler, eukariota purba dianggap sebagai nenek moyang dari semua kehidupan biologis kompleks tanaman, hewan, dan manusia yang ada di LUCA Last Universal Common Ancestor ada pada 4 miliar tahun terbesar yang juga dipelajari oleh banyak ilmuwan biologi adalah sejarah tentang kemunculan eukariota dan prokariota. Para ilmuwan dan ahli biomolekuler percaya bahwa sebelum kemunculan eukariota dan prokariota terdapat kemunculan awal yang dinamakan LUCA Last Universal Common Ancestor seperti ditulis dalam laman dikategorikan sebagai mikroba purba yang ada pada 4 miliar tahun lalu, di mana rentang waktu tersebut tidak jauh dari masa-masa pembentukan awal Bumi sekitar 4,6 miliar tahun LUCA bergantung pada hidrogen, karbon dioksida, dan nitrogen, yang dapat mengubahnya menjadi senyawa organik. Ada jejak-jejak mikroba purba ini yang terdapat jauh di dasar laut yang kaya akan dan studi ilmiah yang dilakukan NASA juga menyimpulkan bahwa LUCA memiliki gen yang cukup kompleks untuk dapat membentuk kehidupan modern di masa-masa sesudahnya. Bukti genetik inilah yang menjadi cikal bakal penelitian tentang awal mula genetik makhluk hidup di Arkea yang ada pada 2 miliar tahun lalu atau archaea merupakan kelompok atau famili mikroorganisme bersel tunggal. Mikroorganisme ini tidak memiliki inti sel dan organel. Secara tegas, arkea memang terpisah dari jenis sains Fossil Museum mencatat bahwa jejak dalam fosil arkea diperkirakan berusia 2 hingga 2,7 miliar tahun lalu. Ada sebuah teori yang saat ini masih menjadi perdebatan, di mana teori tersebut menyatakan bahwa eukariota adalah hasil evolusi dari arkea memiliki rantang usia yang jauh lebih tua, namun bukti genetik justru mengarah pada pembagian kelas yang tegas antara arkea dan eukariota. Carl Woese, seorang ilmuwan mikrobiologi, juga menyatakan bahwa arkea dan eukariota merupakan organisme yang terpisah sejak kemunculan leluhurnya, yakni LUCA. Baca Juga 9 Nama Organisme ini Berasal dari Karakter Fiksi, Gak Nyangka! 4. Bakteri sudah ada di Bumi pada 2,5 miliar tahun dan arkea ada pada saat yang hampir bersamaan. Mereka adalah organisme yang sangat kuat karena dapat beradaptasi pada lingkungan ekstrem di masa purba, seperti dicatat dalam laman tersebut dapat tumbuh dengan baik di lingkungan yang panas, dingin, asam, dan bahkan pada kedalaman laut. Berbeda dengan sel eukariotik, evolusi yang terjadi pada bakteri biasanya terjadi secara juga sangat berbeda dengan virus. Bakteri merupakan makhluk hidup yang menampakkan ciri-ciri kehidupan di luar inangnya, sedangkan virus tidak. Dalam perkembangan evolusinya, bakteri terpisah menjadi beberapa jenis dan Ubur-ubur sisir adalah hewan kompleks pertama di sisir atau Ctenophora merupakan hewan atau organisme kompleks yang ada akibat ledakan kambrium. Penemuan ini sangat mengejutkan banyak ilmuwan, mengingat bahwa ubur-ubur sisir sudah dianggap sangat modern pada zaman kambrium sendiri merupakan fase di mana terjadi kemunculan banyak filum dan spesies secara masif dalam rentang waktu yang relatif singkat. Hasil dari studi dan penelitian ini membuat paradigma sains tentang kemunculan makhluk hidup zaman purba sedikit berubah, seperti ditulis Live ubur-ubur sisir merupakan hewan yang rumit dan kompleks, dan bagaimana ia bisa muncul begitu saja pada fase ledakan kambrium tersebut? Pertanyaan ini masih belum dijawab secara tuntas oleh sains. Ledakan kambrium terjadi pada 500 hingga 900 juta tahun silam. Dan fase ini terpisah jauh dengan fase kemunculan LUCA, bakteri, arkea, dan bahkan limaorganisme tertua di Bumi yang menjadi cikal bakal kehidupan modern saat ini. Ternyata, ada perjalanan sejarah yang cukup rumit di balik proses evolusi organisme, ya! Baca Juga 10 Makhluk Mitologis Ini Didasarkan dari Kisah Nyata, Lho! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.