sinopsisfilm habibie ainun p sinopsis film habibie ainun 3 lengkap tentang sinopsis sinopsis film habibie ain Ainun oleh Habibie disebut sebagai Gula Jawa, karena hitam dan gemuk. Sebutan ini tentu terasa tak sopan dan mengagetkan. Tetapi hanya tujuh tahun kemudian (paska Habibie pulang dari Jerman), Habibie meralat: Ainun, kamu sekarang adalah Gula Jawa yang menjadi Gula Pasir (cantik dan putih). Filmini diangkat dari memoir yang ditulis Habibie mengenai mendiang istrinya, Hasri Ainun Habibie, dalam buku Habibie dan Ainun. Daftar isi 1 Sinopsis 2 Pemeran 3 Referensi 4 Pranala luar Sinopsis Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kau menemukan belahan hatimu. Kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir. BJ. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962, dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Ia pernah berilmu di SMAK Dago. Ia belajar teknik mesin di Universitas Indonesia Bandung (Sekarang Institut Teknologi Bandung) tahun 1954. Pada 1955-1965 ia melanjutkan studi teknik Beritadan foto terbaru sinopsis Habibie dan Ainun - Download Film Habibie dan Ainun dalam Download Film Indonesia, Video Streaming Habibie dan Ainun Minggu, 15 Mei 2022 Cari DownloadFilm Habibie Dan Ainun Full Movies Sebuah kisah cinta sejati tidak lekang dimakan waktu sulit kita temui, sebuah k MaknaDibalik Lagu Kamu & Kenangan, OST Habibie & Ainun 3. Jumat 27 Sep 2019 17:16 WIB. Reporter :Endah Diva Qaniaputri. Maudy Ayunda pemeran Ainun di film Habibie & Ainun 3. Sekaligus penyanyi dari soundtrack film tersebut yang berjudul "Kamu & Kenangan". Foto: Youtube. "Kamu dan segala kenangan, menyatu dalam waktu yang berjalan. Beberapa pendapat, ide, dan perasaan Ainun dalam buku tersebut diceritakan berdasarkan penuturan yang dikutip dalam buku karangan Ainun sendiri. - Banyak pelajaran yang bisa diambil dari tulisan perjalanan hidup pak Habibiee dan Ainun, baik tentang cinta, religiusitas, keluarga, pentingnya pendidikan, cinta tanah air, politik, dan sejarah. qIHNr. Film Habibie & Ainun adalah film garapan MD Pictures yang mengisahkan tentang alur cerita Habibie dan Ainun, cinta sejati sehidup semati. Kisah hidup Presiden RI ke-3 ini dan istri setianya pasti membuat kamu terharu. Mau tahu sinopsis film Habibie dan Ainun? Baca selengkapnya berikut ini, ya! Baca juga 12 Fakta Film Habibie dan Ainun 1-3 yang Tak Disangka-Sangka Film Habibie dan Ainun Film Habibie Ainun diproduksi oleh MD Pictures, salah satu PH terbesar di Indonesia dan terdiri dari tiga sekuel, yaitu Habibie & Ainun, Rudy Habibie, Ainun & Habibie 3. Tema film Habibie dan Ainun adalah drama biopik. Cerita singkat Habibie dan Ainun yaitu tentang hidup B. J. Habibie, Presiden RI ke-3 dan istrinya, Hasri Ainun Bersari. Film Habibie dan Ainun Menceritakan tentang Apa? Inilah sinopsis Habibie dan Ainun dari film yang pertama hingga ketiga. Baca juga 7 Alur Cerita Habibie Ainun, Berujung Cinta Sehidup Semati Sinopsis Film Habibie & Ainun 1 Film yang pertama ini tayang pada 20 Desember, 2012 dengan disutradarai oleh Faozan Rizal. Pemeran Habibie & Ainun juga merupakan aktor papan atas seperti Reza Rahadian, Bunga Citra Lestari, dan lainnya. Sinopsis Habibie Ainun yang pertama bermula dari Rudy Habibie Bacharuddin Jusuf Habibie yang merupakan seorang ahli pesawat terbang dengan mimpi besar. Habibie ingin membuat pesawat terbang untuk Indonesia demi menyatukan bangsa. Di sisi lain, Ainun adalah seorang dokter muda yang cerdas. Habibie dan Ainun “dijodohkan” oleh guru ilmu pasti mereka. Tapi, Habibie tidak pernah punya ketertarikan terhadap Ainun sejak SMP. Bahkan, Habibie sempat menjuluki Ainun “gula jawa.” Setelah mereka berdua lulus sekolah, Habibie melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung, lalu tak sampai setahun, Habibie kuliah di Jerman. Baru, 8 tahun setelahnya, Habibie bertemu lagi dengan Ainun di teras rumah Ainun. Mereka pun semakin dekat dan akhirnya memutuskan untuk menikah. Ainun mengikuti jejak suaminya ke Jerman untuk menuntut ilmu dan mewujudkan cita-cita besar; yaitu membuat pesawat terbang untuk Indonesia. Kisah cinta mereka berdua benar-benar terlihat di film Habibie & Ainun ini. Dari awal kenal hingga jadi pasangan suami istri yang cintanya abadi. Namun, Ainun sakit keras dan wafat pada 24 Maret, 2010. Sinopsis Film Rudy Habibie Rudy Habibie adalah sekuel kedua yang tayang pada 30 Juni, 2016 dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film kedua ini merupakan adaptasi dari buku Rudy Kisah Masa Muda Sang Visioner karya Gina S. Noer. Lokasi syuting yang menjadi lokasi utama dari film ini yaitu Yogyakarta, Jakarta, Görlitz dan Aachen Jerman. Film Rudy Habibie lebih menceritakan tentang kisah hidup B. J. Habibie sewaktu muda ketika menetap di Parepare dan Makassar, pergi ke kampung halaman di Gorontalo, di Bandung, dan kuliah di Jerman. Rudy Habibie bertemu dengan seorang gadis Polandia bernama Ilona Ianovska. Ilona merupakan cinta pertama Habibie semasa kuliah di Jerman, jauh sebelum Habibie bertemu dengan Ainun di Indonesia. Tak hanya Ilona, Habibie terjebak dalam cinta segitiga dengan kehadiran gadis ningrat asal Solo bernama Ayu. Namun, Habibie tidak bisa meninggalkan panggilan bangsa Indonesia yang baru saja merdeka dan sedang membutuhkan sosok muda jenius dan bercita-cita tinggi seperti Habibie. Sinopsis Film Habibie & Ainun 3 Sekual ketiga ini kebalikan dari sekuel kedua; film ini mengisahkan Ainun sewaktu masih muda yang kembali disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan tayang pada 19 Desember, 2019. Sinopsis film Habibie & Ainun 3 berawal dari in memoriam of B. J. Habibie yang meninggal pada 11 September, 2019, dipersembahkan oleh sang produser, Manoj Punjabi. Selanjutnya, pada tahun 2011, sepulang Habibie dari makam Ainun untuk mengenang setahun istrinya, Habibie menceritakan kisah “Eyang Putri” alias Hasri Ainun Besari kepada cucu-cucunya. Di sinilah alur film dimulai. Semasa sekolah, Habibie pernah meledek Ainun berkulit gelap dan hitam dengan sebutan “gula jawa.” Habibie pun mengaku tidak pernah tertarik kepada Ainun karena Habibie ingin fokus belajar. Setelah lulus, Ainun mendaftar fakultas kedokteran di Universitas Indonesia. Awalnya, Ainun tak kunjung mendapatkan surat dari UI, tapi lama kelamaan Ainun sadar bahwa surat UI berada di tangan abangnya. Padahal, Ainun diterima di UI kala itu. Malam harinya, Ainun pergi ke pesta dan bertemu dengan Habibie. Habibie mengatakan bahwa dirinya telah lulus dari RWTH Aachen, Jerman. Scene berganti menjadi tahun 1944 di Sadeng, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, mengisahkan keluarga Ainun yang pernah mengungsi karena masa penjajahan Jepang. Setelah berhasil bertahan dari kedudukan Jepang, Ainun dan ibunya menempati rumah yang lebih layak dan besar. Scene berlanjut ketika Ainun sudah masuk ke Universitas Indonesia dan mengikuti ospek fakultas. Ainun mendapat perlakuan yang kasar dari kayak kelasnya, Agus dan temannya. Di sisi lain, Ainun memang gadis yang cerdas. Hal ini terbukti dari kuliah Ainun yang selalu lancar, bahkan Ainun dikagumi oleh banyak orang, salah satunya adalah Ahmad yang berasal dari fakultas Hukum. Ahmad sudah menaruh hati kepada Ainun sejak kuliah, sehingga ketika mereka sudah lebih dekat, Ahmad melamar Ainun. Namun, kejadian buruk menimpa Ainun. Hal ini terjadi ketika Ainun sedang ke pasar malam bersama Ahmad dan Ainun langsung memberikan pertolongan kepada seorang anak yang terlempar dari ledakan sebuah permainan. Alhasil, ibu dari anak yang tak bisa terselamatkan itu pun menganggap Ainun sebagai pembunuh. Keesokan hari, Ainun pulang ke Bandung, sedangkan Ahmad pergi ke luar negeri. Singkat cerita, Ainun pun sudah lulus dari kuliah sebagai lulusan terbaik. Ainun memberikan pidato tentang emansipasi wanita. Kemudian, Habibie, sudah selesai dengan studinya di Jerman, kembali ke Indonesia, bertemu Ainun, dan jatuh cinta. Dari situlah kisah cinta mereka berlanjut. Film Habibie & Ainun 3 ditutup dengan kutipan Habibie dari wawancara Habibie bersama Najwa Shihab. Kesimpulan film Habibie dan Ainun dari sekuel pertama hingga ketiga yaitu bahwa kisah cinta dan perjalanan hidup mereka pun ada sepak terjangnya, tapi tetap sejati hingga ajal menjemput. Belum nonton ketiga film Habibie & Ainun? Wajib streaming sekarang juga di Disney+ Hotstar! Di buat oleh Michael Deni W. Tanggal 14 Agustus 2013 Judul Buku Habibie dan Ainun Jumlah Halaman 349 halaman Penerbit PT. THC Mandiri Tahun Terbitan 2013 Penulis Bacharrudin Jusuf Habibie ISBN 978 -979 -1255 -13 -4 Tebal buku 2,5 cm Ukuran 22 cm x 14,5 cm SINOPSIS Bacaan ini menceritakan tentang kenangan Habibie pertama kali bertemu dengan Ainun ketika diajak oleh adiknya ke rumah keluarga Besari hingga Habibie mencurahkan isi hatinya kepada Ainun. Ada satu ucapan Habibie yang tidak pernah dilupakan oleh Ainun “Kenapa kamu jelek gendut dan hitam kaya gula jawa”. Dia dan teman – temannya kaget. Mungkin ada maksudnya. Entahlah. Memang mereka sudah saling mengetahui sejak dari SMP 5 dan SMP 2 mereka yang bersebelahan di Bandung itu. Namun dapat dikatakan bahwa mereka baru saling memperhatikan di SMA Kristen di Jalan Dago. Setelah SMA mereka jalan sendiri – sendiri, Habibie ke Jerman belajar menjadi insinyur dan Ainun ke Jakarta masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hidup cepat berlalu ; tahun 1961 dia lulus, lalu bekerja di bagian Kedokteran FKUI. Tahun 1960 ia selesai. Kata tante Habibe ia baru sakit 2 tahun lamanya. Sudah 7 tahun dia tidak pulang. Katanya ada baiknya jika Habibe pulang dulu. Suatu hari menjelang leberan tahun 1962 Fanny adiknya Habibie ke rumah dan langsung masuk ke dapur mencari ibunya Ainun. Dan rupanya Habibie sendiri menunggu di mobil. Karena Fanny lama tidak keluar akhirnya Habibie sendiri masuk. Ternyata sewaktu Habibie tiba di rumah jalan Imam Bonjol, beberapa kawan mahasiswa yang menanti kedatangannya setelah kunjungan ke rumah Ainun. Banyak pertanyaan yang dilontarkan pada Habibie. “Rudi, kamu mau jadikan Ainun pacarmu ? kamu harus tahu diri! Kamu sadar Ainun itu siapa ? Sainganmu anggota keluarga terkemuka di Indonesia, berpendidikan lebih tinggi daripada kamu.” Memang Habibie tidak mengetahui perkembangan Ainun selama 7 tahun. Ibunya sebelumnya sudah menyuruh menulis surat untuk Ainun. Namun usul ibunya tidak dapat dipenuhi karena kesibukan dengan pekerjaannya. Habibie samasekali tidak mengharapkan bertemu dengan Ainun. Yang ia harapkan adalah bertemu dengan Bapak dan Ibu Besari. Keesokan harinya tanpa ia sadari, pandangan Ainun telah menimbulkan perasaan rindu untuk berpandang lagi. Di rumah banyak tamu yang hadir. Dari yang muda hingga lanjut usia. Ia sebenarnya mau mengajaknya menonton film. Tapi, karena kebetulan malam itu cuaca sedang cerah, ia mengajak Ainun berjalan kaki. Setelah kami berjalan kurang lebih satu jam, Habibie memberanikan untuk mengajukan pertanyaan kepada Ainun sebagai berikut “ Ainun maafkan sebelumnya, jika saya memberi pertanyaan yang menyinggungmu. Saya tidak bermaksud mengganggu rencana masa depanmu. Apakah Ainun sudah punya teman dekat?”. Ainun diam. Karena tidak mendapat jawaban, Habibie mengulangi pertanyaan itu lagi. Setelah itu Ainun berhenti sejenak memandang ia sambil berkata “ Saya tidak memiliki teman dekat atau khusus.” Hati Habibie berdebar mendengar jawaban Ainun. Tanpa mereka sadari waktu begitu cepat berlalu dan kami berdua sambil berpegangan tangan tiba kembali di rumah. Sejak itu mereka tidak pernah pisah secara batin. Dan pada akhirnya mereka menikah. Setelah liburan idul fitri mereka semua kembali ke tugas masing – masing. Ainun ke Jakarta sekolah spesialis anak di Universitas Indonesia. Selanjutnya setelah menikah mereka berangkat ke Aachen, Jerman. Setelah menikah dan berbulan madu, Ainun harus ikut suaminya yang sedang dalam proses mendapatkan gelar S3, pergi ke Jerman. Di sana Habibie tinggal di apartemen kecil dengan hidup yang sederhana setelah menikah. Kemudian dia pindah ke luar kota Aachen, supaya dapat menyewa rumah susun yang lebih luas dengan segala Habibie di Aachen, ia bekerja di Institut konstruksi rinngan, kemudian Industri Dirgantara HFB Hamburger Flugzeugbau dan MBB Messersch Bolkow Blohm . Setelah Ainun hamil, kebutuhan meningkat . Habibie lalu mencari pekerjaan tambahan di perusahaan pembuat gerbong kereta api bernama Talbot. Kehidupan Ainun selama hidup bersama Habibie benar – benar tidak menyusahkan. Tetapi sangat mendukung segala pekerjaannya Habibie & Ainun dan mendidik kedua anaknya sangatlah mandiri, kasih dan tidak ingin merepotkan Habibie. Setelah lulus Habibie mengirim surat ke Pemerintah Indonesia bahwa dia sudah lulus kuliah S3 dan ingin mengabdikan dirinya untuk membuat pesawat terbang. Namun Pemerintah Indonesia menolaknya. Habibie sangat sedih, namun Ainun menghiburnya. Akhirnya Habibie memutuskan untuk bekerja di salah satu industri Jerman. Sedangkan Ainun yang dulu bercita-cita menjadi dokter, akhirnya ia menjadi dokter anak. Selama di Jerman Habibie dan Ainun hidup bahagia. Mereka mempunyai 2 buah hati. Ketika sedang bekerja, tiba-tiba Habibie dipanggil oleh Kedutaan Besar Indonesia di Jerman, bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto Indonesia sedang giat membangun. Indonesia akan mendukung Habibie untuk membuat pesawat terbang. Akhirnya Habibie kembali ke Indonesia meninggalkan Ainun di Jerman. Tapi kemudian Habibie menyuruh Ainun untuk menemaninya tinggal di Indonesia. Ketika sedang menyelesaikan proyek pembuatan pesawat terbang, Habibie disuap, namun dia menolaknya. Pada tahun 1995 akhirnya Habibie berhasil menyelesaikan pembuatan pesawat terbang buatannya. Pada tahun 1998 ketika Indonesia sedang dalam keadaan darurat, Presiden Soeharto mengundurkan diri. Setelah itu, Habibie diangkat menjadi Presiden Indonesia yang ke-3. Tapi selama menjadi Presiden Habibie difitnah, jika dia pernah melakukan korupsi saat menjadi Menteri. Selama menjadi Presiden Habibie selalu fokus kepada pekerjaannya, dan tidak memikirkan dirinya. Habibie dimarahi Ainun karena tidak menjaga kesehatannya. Habibie akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya, dan fokus pada keluarganya. Setelah mengundurkan diri dari jabatannya, Habibie dan Ainun pergi ke Jerman untuk liburan. Sepulang dari liburan tiba-tiba Ainun mendadak sakit. Setelah di periksakan ke dokter, ternyata Ainun menderita penyakit kanker ovarium stadium 3. Habibie baru tahu penyakit tersebut, karena selama ini Ainun menyembunyikan penyakit tersebut darinya. Akhirnya Habibie pergi ke Jerman untuk mengobati penyakit Ainun. Namun setelah di operasi beberapa kali, kondisi Ainun tidak kunjung sembuh dan akhirnya Ainun meninggal. Habibie sangat sedih, namun dia tetap tabah menghadapinya. Unsur intrinsik novel 1 Tema kehidupan Habibie Ainun 2 Alur alur konvensional atau maju atau progresif. Tahapan pengaluran Perkenalan buku ini mengisahkan tentang kehidupan pasangan suami istri antara Habibie sebagai ahli teknologi dirgantara pesawat terbang yang menikah dengan Ainun yang berlatar belakang sebagai seorang dokter spesialis anak konflik masa Habibie mendekati, tertarik dengan Ainun yang memikat hati Habibie hingga bisa menjadikan Ainun sebagai istrinya. klimaks kebahagian dan kedamaian bahtera yang telah berlayar selama 47 tahun 10 bulan, tiba – tiba 22 Maret 2010, memasuki permasalahn yang sangat pelik yaitu saat diketahui bahwa Ainun mengidap penyakit berat dan sudah dalam berada stadium lanjut, yang mengubah rencana pelayaran – terapis dari Singapore ke Southhamton menjadi perjalanan menuju perawatan Ainun di rumah sakit LMU – itu Habibie berfungsi ganda, sebagai kapten sekaligus sebagai nahkoda bahtera Habibie Ainun. Dan semakin bergejolak saat menjalani 12 rangkaian operasi yang setia mendampingi Ainun hingga meninggal. antiklimaks Habibie menerima dengan ikhlas kepergian Ainun dengan persaan kasih sayang 3 Setting atau latar. - Latar tempat Rumah keluarga Besari, Jerman saat masih tinggal di apartemen kecil, bandara,Indonesia. - Latar waktu 48 tahun 10 hari 12 Mei 1962 22 Mei 2010 4 Tokoh dan penokohan dramatis Habibie lembut, cerdas,selalui menepati janji. Ainun Setia, suka membantu. 4 Amanat kita harus menjaga keutuhan kasih cinta keluarga 5 Sudut pandang Orang pertama. Pelaku utama Komentar Buku ini sangat berkesan karena banyak sekali hal yang patut kita tiru, menggambarkan cinta sejati itu yang sangat indah, tetapi keindahan itu akan hilang juga oleh waktu karena semua akan kembali kepada-Nya. Kita sebagai pemuda Indonesia seharusnya bisa menghasilkan sesuatu berguna dan menciptakan karya sendiri bagi bangsa Indonesia Kelebihan Dalam novel ini banyak memberikan amanat kepada pembaca Kelemahan terlalu detail Habibie & AinunPERHATIAN!Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini. Presiden Indonesia ketiga BJ Habibie dikenal sebagai presiden yang bijaksana dan begitu menyayangi istrinya, Hasri Ainun Habibie. Kisah cinta mereka yang saling setia hingga maut memisahkan pun menjadi inspirasi banyak orang. Cerita cinta Bapak Habibie dan Ibu Ainun ini pun bisa kamu saksikan dalam film Habibie & Ainun. Berikut review dan sinopsisnya! Sinopsis Habibie dan Ainun dikisahkan menjadi teman satu sekolah saat SMA. Namun kala itu Habibie belum menyukai Ainun dan menyebutnya hitam seperti gula jawa. Keduanya kemudian melanjutkan mimpi masing-masing. Habibie bersekolah ke Jerman sementara Ainun menjadi dokter. Setelah dewasa, keduanya kembali bertemu. Habibie jatuh cinta pada Ainun yang menurutnya kini sudah cantik seperti gula pasir. Setelah keduanya makin dekat, Habibie dan Ainun pun memutuskan untuk menikah. Habibie membawa Ainun ke Jerman untuk menemaninya bekerja hingga meraih gelar doktor. Keduanya pun menjalani kehidupan yang sederhana dan serba prihatin. Karir Habibie sebagai insinyur di Jerman cukup sukses. ia juga berhasil meraih gelar doktor. Kala itu, Ainun juga hamil dan mereka hidup bahagia dengan anak mereka. Setelah lulus sebagai doktor, Habibie mencoba mengirim surat pada Indonesia dan menawarkan diri untuk bekerja di industri penerbangan Indonesia. Namun Indonesia menolak dengan alasan bahwa industri penerbangan di dalam negeri saat itu masihlah belum siap. Habibie pun akhirnya meneruskan karirnya di luar negeri. Ia banyak berkontribusi pada industri di luar negeri. Ainun yang mulai merindukan karirnya sebagai dokter juga memilih untuk kembali bekerja menjadi dokter. Beberapa tahun kemudian, Indonesia yang telah dipimpin oleh Presiden Soeharto memanggil Habibie untuk pulang. Pemerintah Indonesia menjanjikan siap untuk mendukung segala proyek pembangunan yang dirancang oleh Habibie. Habibie pun menerima tawaran tersebut. Namun ia meninggalkan Ainun yang masih bekerja sebagai dokter dan anak-anaknya di Jerman. Di Indonesia, Habibie memulai proyek pembuatan pesawat terbangnya di Industri Pesawat Terbang Nusantara atau IPTN. Beberapa tahun kemudian, Ainun memutuskan untuk berhenti sebagai dokter. Ainun dan anak-anak pun pulang ke Indonesia. Habibie juga telah ditunjuk sebagai Menteri Riset dan Teknologi di era pemerintahan Soeharto. Habibie juga mengalami banyak ujian selama menjabat sebagai menteri. Banyak orang-orang yang berusaha menyuapnya hingga berbagai media yang memberitakan proyeknya. Selama itu pula, Ainun selalu ada untuk mendukungnya. Hingga akhirnya pada tahun 1995, pesawat pertama buatan Indonesia yang merupakan proyek Habibie berhasil mengudara. Hal tersebut menjadi prestasi besar BJ Habibie. Setelah itu, Habibie kemudian diangkat menjadi wakil presiden Indonesia. Habibie pun semakin sibuk dengan tugasnya sebagai wakil presiden. Di masa tersebut, Indonesia juga semakin mengalami krisis ekonomi. Puncaknya adalah peristiwa Mei 1998 yang membuat Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Habibie kemudian menggantikan posisi Soeharto sebagai presiden Indonesia. Di masa pemerintahannya, Habibie mengeluarkan banyak keputusan penting untuk Indonesia, namun banyak pula permasalahan yang ia hadapi. Habibie kian sibuk sebagai presiden dan sering kali tak memikirkan kondisi kesehatannya. Hal itu sering kali membuat Ainun voucher streaming Netflix, Disney+, Prime Video, Viu, dll murah di Lazada Pada pemilu tahun 1999, Habibie memutuskan untuk tidak ikut dalam pemilihan presiden. Setelah lengser dari jabatannya sebagai presiden, Habibie pun banyak menghabiskan waktu untuk berkeliling dunia bersama Ainun. Namun pada masa itu pula, Ainun divonis mengalami kanker ovarium yang sudah kian parah. Habibie kemudian membawa Ainun ke Jerman untuk menjalani pengobatan di sana. Ainun telah menjalani berkali-kali operasi, namun kondisi Ainun kian hari kian menurun. Pada 22 Mei 2010, Hasri Ainun Habibie pun meninggal dunia.